Jenis Jahitan Operasi Caesar

jenis jahitan operasi caesar

hasil jahitan operasi caesar

Tahukah ibu, bagaimana prosedur dokter menutup luka operasi caesar? di masyarakat kita di kenal dengan jahitan. Tapi sebenarnya bukan hanya di jahit, Tapi ada 3 metode dalam menutup luka caesar.

3 metode tersebut adalah dijahit, di lem dan staples. Untuk jenis jahitan operasi caesar akan saya tuliskan juga, Baik, akan saya terangkan ke 3 metode ini, Kira-kira ibu harus pilih mana yah, yang aman.

3 Jenis Jahitan Operasi Caesar atau Metode Untuk Menutup Luka Caesar

1. Staples Method

Metode staples ini seperti yang kita kenal selama ini yaitu seperti meyatukan kertas dengan staples, ya seperti namanya. Tapi jangan di bayangkan menggunakan staples untuk kertas yah, dan ibu tidak perlu khawatir karena dokter menggunakan staples khusus yang di rancang aman bagi kulit ibu.

Metode staples ini keuntungannya adalah akan lebih cepat tapi ada juga kekurangannya yaitu biayanya yang lebih mahal dari pada jahitan biasa, biayanya bisa mencapai 2,5 lebih mahal.

Kekurangan lainnya adalah saat pengambilan steples saat luka sudah kering akan terasa tidak nyaman dan juga metode ini rentan terhadap infeksi seperti di kutip dari hasil penelitian jurnal Obstetrics and Gynecology.

2. Metode Jahit

Inilah metode yang paling terkenal dan paling banyak di pakai dan termasuk metode lawas yang menggunakan jarum dan benang untuk menutup luka sayatnya.

Dalam penggunaan benang di metode jahit ada dua macam, yaitu menggunakan benang yang akan di ambil kembali setelah luka kering dan menggunakan benang yang larut ke dalam kulit atau benang yang akan menyatu dengan kulit, yang benang tersebut tidak perlu di ambil lagi.

Kekurangan metode jahit adalah waktu yang di butuhkan akan lama sekitar 9 menit dokter akan menjahit luka bedah tersebut, dan saat mengambil benang yang tidak larut ke dalam kulit ibu juga akan merasakan ketidaknyamanan seperti metode staples.

Kelebihan metode ini menurut penelitian dari Obstetrics and Gynecology yaitu memiliki resiko lebih kecil terkena infeksi mencapai 57 kali di banding metode staples, ini juga alasan mengapa metode ini paling sering di pakai.

3. Metode Lem atau Glue Method

memang metode ini sangat jarang di gunakan di indonesia karena ini termasuk metode terbaru dalam menutup luka bedah. Lem yang di gunakan adalah lem khusus dan dalam pengapliasiannya dokter hanya butuh waktu 10 detik, termasuk waktu tercepat dalam menutup luka.

Keuntungan dari metode lem ini adalah tahan air dan kedap udara sehingga ibu tidak perlu khawatir akan terbukanya luka bedah bahkan ibu bisa langsung mandi tanpa perlu khawatir. Keuntungan lainnya luka tidak akan terlihat dan tidak perlu ada pengambilan kembali sebagaimana pada metode staples dan jahit.

Kekurangan dari metode lem adalah reaksi tubuh terhadap lem yang di gunakan, dan reaksi ini akan muncul sesudah ibu selesai operasi, reaksi tubuh dari lem tersebut adalah berupa alergi seperti gatal dan iritasi.

Baik, itulah metode terkini untuk menutup luka bedah yang ada di dunia kedokteran. Sekarang pertanyaannya adalah: apa metode yang harus ibu pilih?

Memilih Metode Apa Yang Cocok Untuk Ibu?

Untuk pemilihan metode di antara 3 metode tersebut ada beberapa pertimbangan, karena tidak semua pasien bisa menggunakan metode tersebut tergantung dari kondisi pasien itu sendiri.

Seperti di kutip dari medpagetoday.com, menurut dr. katherine R. Goetzinger. MD salah satu dokter kandungan di Saint louise, Amerika Serikat “jika pasien yang mengalami pendarahan dan harus ada operasi susulan maka metode staples adalah metode yang paling tepat untuk di gunakan”.

Jika ibu sudah beberapa kali melakukan operasi dan kulit dalam keadaan kendur atau menggelambir yang bisa juga di sebabkan karena penurunan berat badan secara drastis maka metode staples adalah metode yang baik untuk di gunakan.

Dan jika ibu merasa tidak nyaman dalam pengambilan kembali benang atau staples, maka penggunaan metode jahit dengan jenis benang yang larut ke dalam kulit adalah pilihan terbaik yang bisa ibu pilih.

Jadi untuk memilih jenis metode apa yang akan ibu pakai, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan yang memeriksa ibu.

Bagaimana Hasil Ketiga Metode Ini Terhadap Bekas Luka Caesar?

Kembali saya tuliskan hasil study dari Obstetrics and Gynecology dari hasil jurnalnya yang menerangkan bahwa metode jahit dan metode staples akan mempunyai dampak sama terhadap hasil bekas luka caesar. Tapi dari penelitian lain yang di terbitkan oleh British Medical Journal hasil metode jahit akan lebih bagus dari metode staples.

Untuk bekas luka pasca caesar sebenarnya tidak bisa di tentukan hanya pada jenis metode jahitnya saja, tapi ada faktor faktor lain yang akan mempengaruhinya, faktor faktor tersebut adalah:

  • Segera ambil staples atau benang jika sudah 3-5 hari, jangan terlalu lama, karena akan mempengaruhi hasil bekas lukanya.
  • Kemampuan atau kemahiran dokter yang melakukan jahitan dan pemasangan staples.
  • Bagaimana perawatan dan pemulihan yang ibu lakukan pasca caesar
  • Reaksi kulit terhadap metode yang di gunakan.

Demikian artikel tentang jenis jahitan operasi caesar, semoga bermanfaat dan semoga ibu bisa memilih metode paling tepat dengan kondisi ibu.

Baca artikel yang lainnya:

About Dedeh Mardiani S.Tr.Keb

Bergerak di bidang kesehatan lingkungan, kebidanan, kehamilan dan konsultasi tentang operasi caesar.
Saat ini sedang study pada fakultas kesehatan di Stikes Falatehan dalam bidang Kesehatan dan Lingkungan.

Speak Your Mind

*