Pengalaman Caesar Mendadak Karena Sungsang & Ketuban Pecah

Pengalaman operasi caesar ini di ceritakan oleh Kaka ipar saya sendiri (suami dari kaka saya), yang mana ini adalah kelahiran anak ke 5, dan ke 4 anak sebelumnya di lahirkan secara normal, ada beberapa pelajaran untuk kita dari pengalaman ini, terutama untuk ibu yang sedang menunggu buah hatinya.

“Tidak terbayangkan dari awal kalau persalinan anak saya yang ke 5 ini akan dilakukan secara caesar, dan ini merupakan pelajaran tersendiri bagi saya dan mudah mudahan bisa diambil juga oleh semua ibu atau ayah yang sedang menunggu kelahiran sang buah hati tercinta”.

pengalaman operasi caesar pertama kali

Ilustrasi operasi caesar, image from: https://pixabay.com/

Keyakinan Yang Salah

Karena sudah pengalaman dari kehamilan dan persalinan terdahulu, semua anak saya terlahir normal dan mudah dalam proses persalinannya, saya dan juga istri abay dengan periode chekup 2 minggu sekali menjelang hari kelahiran, kami percaya diri kelahiran anak yang kelima ini juga akan dijalani dengan mudah.

Tapi keyakinan tersebut ternyata salah, belum sempat chk sama sekali kehamilan per 2 minggu, pada malam ahad istri saya pecah ketuban dan belum terasa mulas, dan menurut perhitungan HPL adalah minggu depan.

Saya yang malam itu sedang silaurahmi ke rumah kerabat ditelpon oleh istri kalau ketubannya sudah pecah, saya langsung pamit dan langsung pulang untuk membawa istri saya ke bidah yang biasa kontrol.

Setelah melalui pemeriksaan, memang benar ketuban sudah pecah dan sudah bukaan ke 2, sampai disini sebenarnya masih bisa ditolong atau di usahakan dengan persalinan normal.

Bayi Sungsang

Tapi saat di lakukan pemeriksaan bukaan, bu bidan tidak mendapati kepala bayi, lalu di lakukan USG, dan ternyata kepala bayi ada di atas atau sungsang.

Mengetahui kalau bayi sungsang dan ketuban sudah pecah, maka salah satu cara untuk persalinan adalah dengan cara caesar.

Mendengar penjelasan dari bu bidan tersebut, Alhamdulilah saya terima dengan lapang, karena ini semua sudah takdir dan kehendaknya, walalupun dalam hati risau juga tentang biaya caesar yang tidak bisa dibilang murah untuk saya yang bekerja sebagai buruh pabrik.

Kan ada BPJS, kenapa tidak dipakai, iya saya tidak pakai BPJS karena keluarga saya tidak daftar BPJS, kenapa? panjang ceritanya.

Baik, kita lanjut lagi.

Karena saat itu adalah malam ahad yang mana dokter sedang libur dan setelah di hubungi beberapa rumah sakit tidak bisa dengan segera melakukan operasi caesar, paling cepat di daerah saya (Cilegon) bisa di lakukan tindakan caesar besoknya jam 8 pagi, dan setelah di telepon lagi yang di luar cilegon di dapatlah rumah sakit FATIMAH (Serang) yang bisa langsung di lakukan caesar.

Setelah saya pulang untuk mempersiapkan semua keperluan istri saya,buah hati saya dan saya sendiri, maka kami di antar oleh bu bidan ke Rumah Sakit Fatimah di serang.

Biaya Caesar Hampir 10 Kali Lipat dari Persalinan Normal

Setelah melakukan regristrasi di dapatlah biaya caesar sebesar 14 juta, saya mengambil paket ekonomis atau paket bidan yang paling murah, untuk paket di atasnya biaya sebesar 17 juta lebih.

Dan saya di haruskan membayar DP sebesar 10 jt yang di bayarkan paling lambat 24 jam, karena keuangan saya Alhamdullilah sedang tidak baik, karena persiapan saya tadinya hanya persalinan normal yang biasanya memakan biaya hanya 1.5 jt, maka saya malam itu meminjam ke kakak saya sebesar 10 jt.

Baca juga: Biaya Operasi Caesar Bisa Murah Kok, Yuk Cari Tahu Caranya

Setelah administrasi atau regristrasi selesai, istri saya sudah persiapan untuk tindakan operasi di ruang pra operasi, tidak lama istri saya di bawa ke ruang operasi, dan saya di suruh untuk menunggu di ruang tunggu.

Sebelumnya saya tanya berapa lama proses operasi berlangsung, penjaga mengatakan kurang lebih 1.5 jam, mendengar itu saya tidak menunggu di ruang tunggu, tapi saya keluar membeli beberapa perlengkapan yang belum ada, di Indomart.

Setelah membeli beberapa perlengkapan tersebut saya kembali ke ruang tunggu dan perawat mengatakan bahwa bayi sudah lahir dan mempersilahkan saya untuk melihat dan mengazankannya dilantai 3, saya bergegas melihat bayi saya yang ternyata laki laki dan alhamdullilah normal, lalu saya menanyakan kepada perawat jaga, jam berapa istri saya di bawa ke ruang perawatan, beliau mengatakan jam 8 pagi.

Kesalahan Bodoh

Inilah kesalahan saya, yang ada dalam pikiran saya operasi caesar itu dilakukan dengan bius total, sehingga untuk menunggu siuman dan sampai ke ruang perawatan membutuhkan waktu lama, lalu saya pergi shalat subuh, setelahnya saya berniat untuk memejamkan mata di ruang perawatan, karena pada saat kedatangan saya sudah di sediakan ruang perawatan.

Saat hendak ke ruang perawatan saya di tegur oleh perawat dengan mengatakan “Bapak kemana saja, itu istrinya nungguin minta minum”, saya kaget, lah bukannya jam 8 pagi baru saya bisa melihat istri saya?…ternyata tidak sodara sodara…

Istri saya tertidur di ruang pra operasi seorang diri dengan kesal dan sedikit marah, ngomong: “kemana saja sih, haus nih, tolong minta minum..”, saya bergegas mengambil air mineral dan mencari sedotan untuk minum istri saya.

Istri saya dalam keadaan tidak bisa bergerak sendirian seperti itu sejak beres caesar dari jam 3:30 an sampai jam 5:00, dengan keadaan banyak nyamuk dan nyeri di punggung bekas anastesi lokal, pantas dia kesal. dan ini adalah kesalahan saya sebagai suami yang tidak banyak tahu tentang operasi caesar.

“INGAT” Caesar Itu Bius lokal

Ternyata operasi caesar itu tidak bius total dan hanya bius lokal saja, sehingga setelah operasi caesar selesai bisa langsung di bawa ke ruang pra operasi dan bisa langsung kita temui…Maafin ya mi…

Sampai sekitar jam 7 istri saya di bawa ke ruang perawatan di lantai 5, menempati ruang perawatan dengan kapasitas 2 pasien, yang untungnya hanya di tempati kami berdua, untuk di ruang perawatan tidak ada yang spesial, smpai hari selasa, setelah istri saya bisa berjalan maka kami diperbolehkan untuk pulang.

Apa Pelajaran Yang Bisa di Ambil Dari Pengalaman Ini?

Rutin lakukan chek seperti yang di sarankan oleh dokter atau bidan yang memeriksa kehamilan istri anda. Dalam pengalaman kami, kalau saja kami melakukan chek 2 minggu sekali maka akan di ketahui keberadaan posisi bayi, sehingga kalau di ketahui sungsang masih bisa di lakukan terapi untuk mengembalikan bayi pada jalan lahir.

Persiapan saat akan melakukan operasi caesar harus benar benar siap, jangan sampai ada yang terlewatkan, karena akan sangat menyusahkan bolak balik ke indomart atau toko di luar, mending ada yang buka dan jaraknya dekat. Apa saja barang yang perlu di persiapkan sebelum operasi caesar silahkan baca: Persiapan yang harus di bawa.

Patuhi perintah perawat untuk menunggu istri anda di ruang tunggu, jangan tingalkan, ini agar saat istrianda selesai operasi anda bisa langsung menemuinya.

Persiapkan dana minimal 10 juta, atau kalau anda menggunakan BPJS persiapkan dari awal, silahkan baca: Prosedur Melahirkan Caesar Dengan BPJS Terbaru Secara Detail

Mungkin itu yang bisa saya tuliskan, semoga bermanfaat dan tetap bersyukur atas apa yang terjadi kepada kita, karena demi ALLAH itu semua sudah di tuliskan di kitab Lauhummanfuz dan itu adalah takdir kita.

Ingat apapun yang terjadi kepada kita berupa kesusahan maka akan menggugurkan dosa kita dan juga akan menaikan derajat kita. Jazakallahu Khairan wa Barakallahu Fikum.

About Dedeh Mardiani S.Tr.Keb

Bergerak di bidang kesehatan lingkungan, kebidanan, kehamilan dan konsultasi tentang operasi caesar.
Saat ini sedang study pada fakultas kesehatan di Stikes Falatehan dalam bidang Kesehatan dan Lingkungan.

Speak Your Mind

*